Cantik
CANTIK
“Perempuan itu harus rawat diri”
Itu adalah kalimat yang terus terngiang di kepalaku
saat aku bercermin melihat wajah dan penampilanku yang tidak sesuai dengan
usiaku. Jauh di dalam hatiku, aku benar-benar tidak peduli dengan omongkosong
seperti itu. Aku tidak punya waktu untuk itu dan aku menerima keadaanku ini.
Wanita selalu dikaitkan dengan penampilan dan
pernikahan. Aku tahu tujuan hawa diciptakan untuk menemani adam terlebih lagi
Rasulullah bersabda bahwa bukan bagian dari ummatnya jika seorang muslim tidak
menikah. Tapi aku tidak suka menikah...
Selayaknya manusia, sebagai wanitapun aku memiliki
nafsu. Aku tidak akan bersikap naif akan hal itu. Aku kekurangan secara
finansial dan bukan wanita yang idaman. Sebagai anak yang telah sadar akan posisinya,
saat ini aku hanya ingin fokus menyenangkan ayahku. Dia sangat menantikan
wisuda dan pernikahanku dan usianya yang tak lagi muda memaksa diriku secara
tidak langsung untuk mewujudkan semua harapannya. Tapi aku tidak ingin
menikah...
Apapun kekuranganku aku menerimanya dengan senang
hati. Aku juga menerima setiap ketentuan yang Allah berikan kepadaku. Tubuhku
tak menyenangkan untuk dipandang, aku tidak merawat kulit wajahku, kulitku
kusam dan gelap, pribadiku juga tidak baik. Aku egois, pemarah, dan keras
kepala. Siapa?
Siapa yang mau dengan wanita mengerikan sepertiku?
Siapa?... Allah berfirman wanita yang baik untuk lelaki yang baik, wanita yang
buruk untuk lelaki yang buruk. Aku sadar diriku buruk. Semua wanita tak ada
yang ingin menikah dengan lelaki yang buruk sekalipun dirinya begitu tercela.
Aku tidak ingin tepatnya aku takut jika suatu hari nanti ketika aku sudah
menikah, Dia yang kutaruhkan harapan akhir hidupku menghancurkan pernikahan
dengan mencelaku. Sebab bagiku pernikahan adalah segalanya. Aku tidak bisa
menikah...


Komentar
Posting Komentar