Pernikahan


Pernikahan

Nikah, melihat video orang yang bercengkrama dengan pasangan yang sudah halal memang salah satu hal yang membuat para jomblo sedikit bergetar yaah...
Membayangkan indahnya pacaran setelah menikah itu biasanya diri sendiri terasa melayang, akan banyak sekali hal yang menarik dan tentunya perhatian yang luar biasa berlimpah dari seseorang yang telah resmi bersama dengan kita. Ibadah bersama, makan minum bersama, hingga bincang santai sebelum tidur pastinya hal yang dinantikan untuk orang yang masih lajang.
Walaupun kita menikah atas dasar agama bukan karna suka sama suka menurutku itupun tak akan jadi masalah sebab jika sudah diucapkan ijab kabul dan dikatakan SAH maka secara otomatis Allah akan membuat hati mempelai wanita dan lelaki akan mulai luluh dan akan saling mencintai.
Apalagi wanita memiliki hati yang fleksibel...
Usia 20an bagi siapa aja pastinya sudah menjadi sedikit beban yah, sebab mikirnya jodooh mulu. Itu udah jadi kebiasaan orang Indo sih. Dan akupun tidak luput dari pemikiran itu.
Tapi entah kenapa saat aku memikirkan kelanjutan dari pernikahan itu membuatku jadi merasa takut dan mengurungkan niat. Bagaimana tidak, setelah menikah kita harus siap hidup bersama orang yang sama hingga akhir hayat dan tentunya dengan pemikiran yang berbeda. Awalnya memang menyenangkan tapi ketika angin rumah tangga telah berhembus, pernikahan itu akan diuji. Dan kebanyakan kasus wanitalah yang sering merasa lebih sakit.Bukan gampang menjadi seorang istri.
ISTRI
Itu adalah salah satu gelar yang berat untuk disandang. Dari segi agama islam, istri dituntut untuk serba bisa dalam melayani suami dan tunduk kepada suami merupakan suatu keharusan yang hakiki. Baik buruk suami bukan alasan bagi istri untuk melawan suami DALAM SEGI APAPUN. Ijab qabul memang hanya berupa kata-kata tapi yang membuatnya sakral adalah disaksikan langsung oleh Allah dan sebagai proses pemindahan Syurga dari Ibu ke Suami. Maka istri tidak boleh membuat suami marah atau kecewa jika menginginkan syurga.
Setiap manusia punya ego. Saat wanita telah menikah, dia harus bisa menekan egonya dan menerima ego suaminya seumur hidupnya. Terasa sesak jika khayalanku yang indah tentang pernikahan telah menjulang tinggi hingga ketahap itu.
Belum lagi jika telah memiliki anak. Sudah menjadi kewajiban sang ibu untuk memberikan pendidikan terbaik baik, dari segi ucapan maupun perilaku. Anak tau caranya senyum sebab melihat ekspresi senyum. Anak bisa marah sebab pernah mendengar dan melihat ekspresi marah. Benarlah jika seorang gadis itu seharusnya menuntut ilmu sebanyak-banyaknya sebab wanita adalah sumbernya akhlak. Jangan kira mudah membawa syurga di telapak kaki. Semakin berat pangkat semakin banyak tanggungannya.
So, intinya pernikahan itu bukan hal yang mudah. Keputusan untuk menikah adalah sesuatu yang perlu difikirkan berulang kali bahkan ribuan kali. Bagiku menikah seperti memasuki medan perang yang lebih dahsyat dari pada perang badar ataupun perang dunia kedua. Apa yang menjadi tameng dan pedang? Iman dan Akhlak.

Komentar

Postingan Populer