Intro Terlambat


INTRO Terlambat

Hai para pembaca, aku tidak tahu apa kalian suka dengan pembahasan ini. Tapi, aku bersyukur kalian masih mau lanjut baca hehehe...

Kalian mungkin penasaran, orang gak jelas mana yang mau ngetik hal yang ga penting kek gini dan yang lebih hebat adalah kalian masih mau baca kelanjutannya hahaha..

Ok, maafin aku karna udah nyita waktu kalian yang berharga dan sekaligus terimakasih atas penghargaanya.

Aku adalah salah satu manusia yang hidup di daerah bermatahari dua. Walau hanya tempat untuk melanjutkan pendidikan tapi aku cukup menyukai suasananya yang jauh berbeda dengan home townku.

Kalian pernah nggak ngomong sama diri sendiri baik itu hanya membatin ataupun dilakukan secara emosional. Aku?

Sering banget.

Alasannya?

Bukan karna aku gila, nooo... atau sedikit gesrek otaknya.. nggak. 

Itu karna KEBUTUHAN.

Sahabat atau orang dekat, tentunya aku punya. Hanya saja mereka itu adalah manusia. 

Kalian tau maksudku?

Sedekat apapun kalian dengan satu manusia tetap saja ada hal yang pastinya kalian nggak bisa sampein ke dia toh kalau setiap hal kita bilang ke sahabat pastinya dia bakal bosan juga kalee..

Aku suka menjelaskan diriku seperti ini dan seperti itu, memandu diriku sendiri karna cara berfikirku lemot dan nggak pekaan. Karna itu aku selalu mengevaluasi keadaan yang telah terlewat. Tidak jarang kurasakan malu yang bertubi-tubi hingga kupukul barang apa saja disekitarku jika aku mengingat hal yang memalukan. Argh...

Satu hal yang hingga saat ini sulit kukendalikan adalah Emosi. Sahabatku mengatakan aku orang yang baik, polos, dan jujur. Tapi aku lebih merasa seperti orang yang munafik.

Honestly, aku bukan penulis atau semacamnya jadi maaf jika caraku menjabarkan sangat buruk.

Sebab aku nggak tau harus ngomong kemana, jadi aku bakal cerita apa aja di blog ini. Kalian suka atau nggak yaah terserah kalian. Karna nggak ada manusia di dunia ini benar-benar sepaham akan segala hal. Hidup manusia hahaha....

Memang benar adanya kalau pernyataan “Tuhan maha mendengar segalanya

Aku nggak menyalahkan hal itu.

Tempat terbaik untuk bercerita memang hanya sama Dia. Tuhan Yang Maha Mulia, lebih tinggi kedudukan-Nya dibanding presiden. Keberadaan-Nya pun tanpa tempat dan Dia yang memberi kita nyawa. Ada yang bisa jual nyawa di dunia ini??? Maksudku benar-benar menjual NYAWA

Semisal Nyawa harga premium bisa bertahan hingga sebulanan...

Batre dong.. haha...

Well, kalian bisa mengetahui betapa pentingnya Tuhan dalam kehidupan. Tapi justru karna kedudukan-Nya yang teramat tinggi membuatku merasa tidak boleh berkata sembarangan kepada-Nya. So, aku tetap nggak bisa bercerita dengan bebas, hanya bisa terus berharap dan menggantungkan diri pada-Nya di setiap keadaaan.

Aku nggak tau kapan update masalah-masalah ku disini, karna aku nggak tau kapan dan dimana aku bisa bercerita.. itu butuh mood tentunya.

Kalau kalian suka, tetap pantau blog ku yah hehe.. kalau nggak, yaaah 

“sudah saatnya kita berpisah. Cintamu dan cintaku tidak sejalan, tidak selaras” (kutipan kata-kata Majnun kepada seekor unta)

See you...

Komentar

Postingan Populer